Mahakam Ulu Siaga Hadapi Potensi Banjir

Mahakam Ulu Siaga Hadapi Potensi Banjir

MAHAKAM ULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) Kaltim, menggandeng lintas sektor mulai instansi terkait, TNI, Polri, relawan, serta unsur pendukung lain, dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir akibat luapan Sungai Mahakam.

Wakil Bupati (Wabup) Mahakam Ulu (Mahulu) Suhuk mengatakan kesiapsiagaan merupakan hal penting karena setiap kali hujan lebat dan sungai meluap, air kerap merendam pemukiman, seperti pada 19 dan 20 Mei ini, sejumlah kampung di kabupaten ini terdampak banjir akibat luapan Sungai Mahakam.

“Untuk memastikan kesiapsiagaan benar-benar berjalan di lapangan, maka ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama,” ucapnya, Jumat(22/5/2026).

Pertama, terkait uji fungsi koordinasi, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memahami peran masing-masing dalam struktur komando penanganan bencana, termasuk mengetahui tugas dan posisi saat status darurat ditetapkan.

Ia menilai ini penting karena dalam situasi darurat, hal utama yang dibutuhkan bukan rapat panjang, tetapi keputusan cepat dan tindakan tepat.

Kedua, mengenai kesiapan alat dan personel. Wabup Suhuk menekankan seluruh peralatan yang telah disiapkan pemerintah benar-benar dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu.

Ketiga, terkait respons cepat dan tepat. Mengingat kondisi geografis Mahulu yang sulit dilalui akibat adanya riam, khususnya di wilayah hulu sungai, sehingga menuntut adanya kecepatan penyampaian informasi sebagai langkah awal mitigasi bencana.

“Kecepatan informasi dari kecamatan di kawasan hulu sangat menentukan kesiapan warga di wilayah hilir. Keterlambatan informasi berarti keterlambatan penyelamatan,” ujarnya.

Hal ini menjadi penekanan karena hampir tiap tahun, kata dia, Mahulu terjadi banjir, seperti akibat hujan lebat pada 19 Mei 2026, maka banjir melanda sejumlah kampung di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, kemudian turun ke Kecamatan Long Bagun, Laham, dan Kecamatan Long Hubung.

Ketinggian air rata-rata 50 cm antara lain melanda Kampung Long Bagun Ilir, Ujoh Bilang, dan Kampung Long Hurai.

Sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya, seperti pada Mei 2024 merupakan banjir terparah karena ketinggian air sampai ke plafon rumah warga, bahkan 70 persen wilayah Mahulu terdampak banjir. Pada September 2025 Mahulu juga kembali terjadi banjir.

Sebelumnya, saat memimpin Gladi Siaga Bencana di Alun-Alun Ujoh Bilang pada Kamis 21 Mei ini, Wabup Suhuk juga mengatakan kesiapsiagaan bukan sesuatu yang dapat ditunda, namun harus dibangun terus-menerus dan dilakukan bersama-sama semua unsur. (*/SN)

Post Comment