Tiap Hari Terjadi Karhutlah di Kutai Barat, Pemadaman Terkendala Sumber Air
KUTAI BARAT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi ancaman serius di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur. Sejak memasuki Agustus 2026, kebakaran dilaporkan muncul hampir setiap hari di sejumlah kecamatan.
Kondisi tersebut diperparah dengan mulai menyusutnya sejumlah sumber air. Petugas pemadam bahkan harus menempuh jarak hingga 10 kilometer untuk mendapatkan air sebelum membawanya ke lokasi kebakaran.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kubar, Suwalas Daya Guna, mengatakan karhutla sebenarnya mulai muncul sejak pertengahan Juli. Namun, saat itu frekuensinya masih relatif rendah. Memasuki awal Agustus, kondisi berubah. Titik kebakaran mulai muncul hampir setiap hari dan tersebar di berbagai wilayah.
“Mulai pertengahan Juli tadi sudah mulai, tapi masih agak jarang. Nah, ini sudah mulai hampir tiap hari, mulai dari awal Agustus sudah mulai tiap hari ini,” ujar Suwalas, Selasa (11/8/2026).
Menurut Suwalas, hampir seluruh kecamatan kini masuk dalam pemantauan BPBD karena memiliki titik atau potensi terjadinya kebakaran. Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian petugas antara lain Huling Batubara, eks GBU, serta wilayah Melak.
“Kalau penanganan untuk kecamatan hampir semua karena ada titik-titiknya. Jadi kita hampir merata untuk potensi kebakaran hutan. Kalau setiap kecamatan kita pantau,” katanya.
Suwalas mengatakan cuaca panas menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Pada saat yang sama, masyarakat juga mulai memasuki musim membuka lahan pertanian dengan cara membakar ladang.
“Yang pertama mungkin kondisi seperti cuaca seperti El Nino ini. Kebetulan juga di sini lagi musimnya orang bakar ladang. Memang cuacanya sangat panas ini,” ujarnya.



Post Comment