Strategi Mahulu Tangani Kondisi Kemiskinan Secara Komprehensif
MAHAKAM ULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu), Kaltim, menegaskan, penanganan kondisi kemiskinan tidak hanya dilihat dari aspek kelayakan tempat tinggal semata. Pendekatan yang digunakan akan mengacu pada sejumlah indikator permasalahan yang lebih komprehensif agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Mahulu, Yohanes Andy Abeh, menyampaikan kemiskinan harus dipandang secara multidimensi. Selain kondisi hunian, pola konsumsi dan tingkat pendapatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengukuran.
Menurutnya, pola makan keluarga, kecukupan gizi, hingga besaran penghasilan bulanan turut menjadi indikator dalam menentukan kategori kemiskinan. Hal tersebut diperlukan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada bantuan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan yang lebih luas.
“Kemiskinan tidak hanya dipandang dari layak atau tidaknya tempat tinggal, tetapi juga dari pola makan dan besaran penghasilan masyarakat,” ujar Yohanes Andy Abeh, Jumat, (13/2/2026).
Ia menegaskan, dalam penanganan kemiskinan diperlukan data yang valid dan mutakhir. Tanpa basis data yang akurat, program intervensi berpotensi tidak tepat sasaran dan kurang efektif.
Diakui bahwa proses pendataan membutuhkan sinergi dari seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat kampung, kecamatan, hingga kabupaten. Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan setiap warga yang masuk kategori miskin benar-benar teridentifikasi dengan baik.
“Karena itu diperlukan sinergitas semua pihak, dari pemerintah kampung, kecamatan sampai kabupaten, agar data yang digunakan benar-benar valid,” ucapnya.
Dengan pendekatan berbasis indikator yang menyeluruh dan dukungan data yang kuat, Pemkab Mahulu optimistis upaya penanganan kemiskinan dapat berjalan lebih terarah. Langkah ini diharapkan mampu mendorong penurunan angka kemiskinan secara berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.



Post Comment