Irigasi Belum Optimal, DKPP Mahulu Dorong Penguatan Sinergi Antarsektor
MAHAKAM ULU – Persoalan infrastruktur irigasi atau pengairan masih menjadi pekerjaan rumah dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Hingga saat ini jaringan irigasi primer dan sekunder di sejumlah wilayah belum berfungsi optimal, khususnya di Kampung Datah Bilang Ilir.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu, Semion mengatakan, mereka terus menyuarakan kebutuhan irigasi kepada instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang memiliki kewenangan di sektor tersebut.
“Sejak beberapa tahun terakhir, kami sering berdiskusi dengan PU. Dari sisi kebutuhan petani, kami terus menyuarakan itu, karena kewenangan pembangunan dan pemeliharaan irigasi primer dan sekunder ada di PU,” kata Semion Senin (13/4/2026).
Kondisi saat ini menunjukkan sejumlah saluran irigasi yang telah dibangun sejak tahun 1980-an belum dapat difungsikan secara maksimal, berdampak pada belum optimalnya pengelolaan lahan pertanian, khususnya sawah.
DKPP hanya memiliki kewenangan pada irigasi tersier atau saluran tingkat usaha tani dengan skala yang lebih kecil. Sementara untuk jaringan utama, tetap menjadi tanggung jawab instansi teknis di bidang sumber daya air.
“Kalau irigasi tersier, di tingkat petani atau blok lahan, itu kami masih bisa intervensi. Tapi untuk primer dan sekunder, itu kewenangannya ada di PUPR,” jelasnya.
Belum berfungsinya jaringan irigasi utama menjadi tantangan besar dalam mendorong peningkatan produksi pertanian di Mahulu. “Ini masih menjadi PR, bukan hanya bagi dinas teknis, tetapi juga bagi pemerintah daerah secara keseluruhan,” tambahnya.
DKPP Mahulu berharap adanya sinergi lintas sektor dapat mempercepat penanganan infrastruktur irigasi, sehingga kebutuhan air bagi petani dapat terpenuhi dan program swasembada pangan di daerah dapat berjalan lebih optimal. (*/SN)



Post Comment