Pemkab Mahulu Lanjutkan Cetak Sawah Target 141 Hektare

Pemkab Mahulu Lanjutkan Cetak Sawah Target 141 Hektare

MAHAKAM ULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur tahun ini melanjutkan pencetakan sawah baru, untuk mengejar pemenuhan target dari pemerintah pusat pada 2025 seluas 141 hektare yang belum tuntas dengan pembiayaan dari APBN.

“Target total memang 141 hektare, namun hingga saat ini capaian fisik baru sekitar 42 persen. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu pelaksanaan yang mendekati akhir tahun, ditambah dengan kondisi geografis yang menantang,” ujar Wakil Bupati Mahulu, Suhuk di Mahulu, Minggu (12/4/2026).

Sebenarnya, lanjut dia, target awal lebih dari itu, yakni berdasarkan perencanaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu, program cetak sawah dari APBN menargetkan seluas 240 hektare di tujuh kampung.

Namun dalam perjalanannya kemudian ada perubahan pada kontrak per 10 Desember 2025, yakni Kabupaten Mahulu memperoleh alokasi pencetakan sawah baru seluas 141 hektare di empat kampung, sehingga jumlah sesuai kontrak yang harus dituntaskan tahun ini.

Salah satu sawah yang sudah dicetak adalah di Kampung Datah Bilang Ilir, Kecamatan Long Hubung. 

Ia menyebut bahwa keberlanjutan pencetakan sawah rakyat ini dilakukan karena Pemerintah pusat melalui Balai Besar Lahan dan Irigasi Pertanian menyiapkan pembukaan kontrak baru pada 2026, sehingga sisa pekerjaan pada 2025 dapat dilanjutkan secara bertahap di tahun ini.

“Program cetak sawah ini tentu sangat strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan, terlebih dengan adanya dukungan teknologi pertanian modern, seperti penggunaan drone dalam proses penanaman dan mekanisasi. Hal ini tentu dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian,” ujar Suhuk.

Pemkab Mahulu, lanjutnya, terus mendorong optimalisasi lahan sawah yang belum dimanfaatkan melalui pembentukan Brigade Pangan dan penerapan metode modern, seperti penebaran benih langsung serta penggunaan drone.

Dukungan pemerintah pusat juga diberikan dalam bentuk bantuan alat dan mesin pertanian, seperti hand tractor dan drone, sehingga selain sawah baru yang tercetak, keberadaan ladang padi juga bisa memanfaatkan alat pertanian modern tersebut baik untuk pengolahan lahan maupun untuk perawatan tanaman.

Ia mengatakan bahwa program ini ke depan akan terus dilanjutkan dan dievaluasi secara berkala. Terlebih Pemkab Mahulu juga berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pertanian yang diperlukan oleh petani, dengan tetap didukung pembinaan dan bantuan dari provinsi, TNI, pihak terkait, serta Balai Besar Pertanian.

“Melalui pencetakan sawah baru dan dukungan dari berbagai pihak, kami optimistis dapat mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani menuju Mahulu maju dan berdaya saing,” katanya. (*/SN)

Post Comment