Harum Sebut Konektivitas Mahulu–Malinau Penting bagi Mobilitas dan Investasi

Harum Sebut Konektivitas Mahulu–Malinau Penting bagi Mobilitas dan Investasi

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong penguatan konektivitas kawasan perbatasan dengan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai upaya memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta meningkatkan daya tarik investasi di kedua daerah.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud (Harum) mengatakan, konektivitas antara Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Kaltim dengan Kabupaten Malinau di Kaltara memiliki peran strategis dalam membuka keterisolasian kawasan perbatasan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi regional.

Karena itu, menurut Harum, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat perlu terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan dapat diselesaikan secara bertahap dan berkesinambungan.

“Kita berharap akses jalan di kawasan perbatasan semakin baik. Dengan demikian, Malinau dapat menjadi salah satu simpul konektivitas yang memperlancar mobilitas masyarakat antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, sekaligus memudahkan arus investasi masuk ke kedua provinsi,” ujar di Samarinda, belum lama ini.

Menurutnya, infrastruktur yang andal akan memberikan dampak berganda bagi pembangunan daerah. Selain mempercepat arus barang dan jasa, konektivitas yang semakin baik juga akan mendorong tumbuhnya investasi, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

Ketua DPD Golkar Kaltim tersebut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan pembangunan yang merata, mengurangi kesenjangan antarwilayah, dan menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kaltim maupun Kaltara.

Ia menambahkan, konektivitas melalui Malinau diharapkan dapat melengkapi jalur yang telah menghubungkan Kabupaten Berau dengan Tanjung Selor.

“Jalur Berau–Tanjung Selor saat ini sudah cukup baik, termasuk melalui kawasan pesisir. Tinggal kita tingkatkan lagi kemantapan jalannya yang saat ini baru sekitar 80 persen agar segera mencapai kondisi yang optimal,” katanya.

Harum optimistis, semakin baik konektivitas antardaerah, semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan. Menurutnya, sinergi pembangunan yang dibangun saat ini akan menjadi fondasi penting bagi kemajuan Kalimantan pada masa mendatang. (adpimprovkaltim)

Post Comment