Viral Bocoran Harga BBM April 2026 Tembus Rp23 Ribu per Liter
JAKARTA – Masyarakat dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar (screenshot) di aplikasi perpesanan WhatsApp yang memuat proyeksi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi secara drastis per 1 April 2026. Menanggapi kabar tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) maupun PT Pertamina (Persero) memberikan respons hati-hati.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, enggan berkomentar banyak mengenai validitas angka-angka yang beredar. Ia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu pengumuman resmi.
“Tunggu 1 April saja,” ujar Laode singkat saat dikonfirmasi sebagaimana dilansir katadata.co.id di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Dalam tangkapan layar yang mencantumkan logo Danantara tersebut, terlihat kenaikan signifikan di hampir seluruh lini BBM nonsubsidi.
Berikut adalah rincian angka Harga Jual Eceran (HJE) yang viral:
– Pertamax: Naik menjadi Rp17.850 (Sebelumnya Rp12.300)
– Pertamax Green 95: Naik menjadi Rp19.150 (Sebelumnya Rp12.900)
– Pertamax Turbo: Naik menjadi Rp19.450 (Sebelumnya Rp13.100)
– Pertamina Dex: Melonjak menjadi Rp23.950 (Sebelumnya Rp14.500)
– Dexlite: Melonjak menjadi Rp23.650 (Sebelumnya Rp14.200)
Laode menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi nantinya akan mengikuti mekanisme pasar. Namun, ia memberikan jaminan bahwa harga BBM penugasan dan subsidi tidak akan berubah. “Bagi pemerintah yang penting BBM Subsidi (Pertalite dan Biosolar) tetap harganya, tidak naik,” tegasnya.
Senada dengan Kementerian ESDM, PT Pertamina (Persero) melalui Vice President Corporate Communication, Muhammad Baron, menyatakan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026. Informasi valid hanya melalui saluran resmi perusahaan di www.pertamina.com,” jelas Baron.
IMBAS KONFLIK SELAT HORMUZ
Secara teknis, tekanan harga pada struktur April 2026 memang dipicu oleh gangguan pasokan global, terutama di kawasan Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi energi dunia. Komponen harga dasar Pertamax dilaporkan naik menjadi Rp15.388 per liter dari sebelumnya Rp10.603, yang kemudian mendorong harga jual akhir setelah ditambah pajak.
Kenaikan tajam pada segmen diesel (Dex dan Dexlite) juga menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya menyasar kendaraan pribadi,
IMBAS SEKTOR LOGISTIK DAN INDUSTRI
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan khusus di sektor transportasi untuk merespons kabar kenaikan tersebut. Pihaknya masih memegang komitmen dari Kementerian ESDM dan Pertamina terkait ketahanan energi.
“Pemerintah masih mengacu pada informasi bahwa stok BBM dalam kondisi aman. Belum ada kebijakan khusus (transportasi),” ujar Dudy.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, serta selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah untuk kepastian harga energi nasional.



Post Comment