Akibat Cuaca dan Serangan Hama, Hasil Panen Padi Ladang di Mahulu Menurun

Akibat Cuaca dan Serangan Hama, Hasil Panen Padi Ladang di Mahulu Menurun

MAHAKAM ULU – Pertanian ladang kering di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengalami penurunan hasil panen pada musim tanam terakhir, dipicu cuaca yang tidak menentu serta meningkatnya serangan hama di sejumlah wilayah.

‎‎Sejumlah petani mengeluhkan hasil panen padi ladang yang jauh di bawah target tersebut. Lahan yang sebelumnya mampu menghasilkan secara optimal kini hanya memberikan hasil terbatas, bahkan tidak mencapai setengah dari produksi normal.

‎‎Petani Kampung Datah Bilang Agang Juk mengatakan, penurunan hasil panen dirasakan hampir oleh seluruh petani ladang kering. Produksi padi yang biasanya mencapai sekitar 3 ton per hektare kini merosot drastis. ‎“Sekarang hasilnya jauh berkurang, tidak sampai setengah dari biasanya,” kata Agang

‎‎Selain faktor cuaca, serangan hama turut memperparah kondisi di lapangan. Tanaman padi banyak yang rusak sebelum memasuki masa panen, sehingga mengurangi potensi hasil yang seharusnya bisa diperoleh petani.

‎‎Kekeringan yang melanda kawasan tersebut menjadi penyebab utama turunnya produktivitas. Rendahnya curah hujan selama masa tanam membuat pertumbuhan tanaman tidak maksimal dan berdampak langsung pada kualitas serta kuantitas panen.

‎‎Dampak dari kondisi ini tidak hanya dirasakan pada sektor pertanian, tetapi juga terhadap ketahanan pangan masyarakat. Sebagian petani terpaksa mengandalkan cadangan pangan dari musim sebelumnya atau mencari alternatif sumber pangan lain.

‎‎Situasi tersebut juga berimbas pada perekonomian masyarakat setempat yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian. Penurunan produksi padi secara langsung menekan pendapatan petani dan mempersempit aktivitas ekonomi di tingkat kampung.

‎‎Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih melalui dukungan program pertanian, khususnya dalam penyediaan sarana pengendalian hama serta solusi pengairan sederhana, guna membantu petani menghadapi tantangan serupa pada musim tanam berikutnya. (*/SN)

Post Comment