Main Perdana Dikandang, Persewangi Unggul Tipis Atas PSSS Situbondo
BANYUWANGI – Tim Persewangi Banyuwangi berhasil meraih poin penuh pada laga perdana Grup K Liga 4 Jawa Timur 2025/2026, Kamis, 11 Desember 2025. Laskar Blambangan menundukkan Tim PSSS Situbondo dengan skor tipir 1-0. Meski bertanding di tengah gerimis namun kedua tim menunjukkan kualitas permainannya.
Bermain dikandang, sejak menit awal Persewangi bermain cukup dominan dalam pertandingan yang digelar Stadion Diponegoro, Banyuwangi. Berulangkali, serangan Persewangi membahayakan gawang lawan. Namun benteng terakhir PSSS Situbondo cukup tangguh sehingga sulit dibobol.
Gol Persewangi lahir dari tandukan pemain nomor 10 Sahrul Reza Mugi Rahayu pada menit ke-25. Dia berhasil memanfaatkan tendangan bebas yang dilakukan sang kapten tim Persewangi, Samsul Arifin. Gol ini membuat Persewangi unggul 1-0.
Unggul skor, membuat anak asuhan Francis Raynald Wewengkang semakin menggencarkan serangan. Namun para pemain PSSS Situbondo tetap memberikan perlawanan yang tangguh. Beberapa kali serangan dilancarkan Persewangi namun belum mampu menambah keunggulan. Hingga turun minum skor tetap tidak berubah.
Pada babak kedua, kedua tim saling jual beli serangan. Kedua penjaga gawang bermain sangat baik. Sehingga serangan demi serangan yang disusun masing-masing tim belum mampu membobol gawang lawan. Hingga peluit panjang ditiup wasit, kedudukan tetap bertahan 1-0 untuk Persewangi Banyuwangi.
Francis Raynald Wewengkang bersyukur bisa meraih tiga poin dalam pertandingan perdana ini. Dia memuji permainan PSSS yang cukup ngotot menahan serangan Persewangi.
“Tapi gak apa-apa anak-anak bermain baik, walaupun cuaca hujan. Tapi masih banyak yang harus dikoreksi,” ungkapnya.
Pelatih PSSS Situbodo, Abdul Halim Al Rasyid, mengaku tidak terlalu kecewa dengan permainan anak asuhnya. Menurutnya, dari sisi permainan, timnya bisa mengimbangi permainan anak-anak Persewangi.
“Tidak terlalu kecewa, karena tim sudah bekerja dengan baik,” katanya usai pertandingan.
Dia mengaku beberapa peluang tidak bisa dikonversi menjadi gol oleh anak asuhnya. Ini karena anak-anaknya kurang konsentrasi dan terlalu terburu-buru untuk mengejar ketertinggalan skor.



Post Comment