Serangan Buaya di Pulau Maratua Berau Pertama Kali Terjadi
BERAU – Serangan mematikan seekor buaya kepada Saifuddin (40), nelayan dari Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, merupakan peristiwa yang pertama kali terjadi di Pulau Maratua.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, kemunculan predator berdarah dingin itu memang sempat terlihat tahun lalu. Namun tak pernah menyerang manusia meski berada di daratan.
Penampakan buaya di Pulau Maratua pertama kali terlihat berkeliaran di Pantai Lumantang pada April 2025. Buaya itu berhasil ditangkap oleh tim gabungan. Itu sebabnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau memastikan lokasi wisata utama sudah aman untuk dikunjungi.
“Di wilayah Maratua juga ada buaya, jadi harus hati-hati dan waspada,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah.
Meski selama ini Pulau Maratua dikenal relatif aman dari insiden serupa, Hermansyah mengingatkan masyarakat agar tidak lengah saat beraktivitas di perairan.
BPBD Kabupaten Berau, kata Hermansyah, juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat keamanan, dan tim gabungan untuk mengidentifikasi keberadaan buaya yang menerkam korban. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan Maratua, Didik Riyanto, mengatakan jika dirinya baru mendapatkan laporan mengenai peristiwa ini.
“Kami baru dengar berita itu. Untuk tindaklanjutnya apakah akan ada evakuasi buaya itu seperti penampakan sebelumnya, belum bisa dipastikan. Nanti kami koordinasikan dulu dengan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan, Red.) dan Damkar (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Red.) Berau,” terangnya. (*/SN)



Post Comment