Disperindag Kutim Buka Peluang Daun Nanas Untuk Industri Tekstil
KUTAI TIMUR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kaltim, sedang melakukan identifikasi peluang pengembangan usaha pembuatan serat dari daun nanas, untuk memenuhi permintaan industri tekstil dari beberapa daerah di Jawa Barat.
“Kami sedang gencar menggali potensi industri daerah yang sejalan dengan 50 program prioritas pemda untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Kabid Industri dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutim Achmad Dony Evriady di Sangatta, Selasa (23/6/2026).
Ia menyebut saat ini produksi nanas dari petani sudah banyak. Setelah buah diambil, daun nanas belum dimanfaatkan secara optimal alias hanya jadi limbah.
Sebagai langkah awal, Disperindag Kutim bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan peternakan (DTPHP) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutim, pekan lalu sudah melakukan kunjungan lapangan ke Desa Hiba Lestari, Kecamatan Batu Ampar.
Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait di desa, termasuk dengan para petani guna mengidentifikasi potensi, tantangan, dan peluang pengembangan komoditas nanas plus pengolahan daun nanas menjadi serat bernilai ekonomi.
“Kunjungan ini untuk menyusun langkah strategis dalam mendorong pengolahan nanas tidak hanya sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai bahan baku industri kreatif, termasuk pemanfaatan serat daun nanas yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” katanya.
Ia menyebut bahwa dari informasi yang dikumpulkan, lahan produktif yang digunakan untuk pengembangan nanas di desa tersebut mencapai 250 hektare.
“Selama ini daun nanas yang dihasilkan oleh para petani hanya berakhir menjadi limbah. Padahal daun nanas memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dimanfaatkan secara baik,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa serat dari daun nanas dikenal kuat, ringan, dan ramah lingkungan, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk mulai dari bahan penting tekstil, kerajinan tangan, bahan komposit, termasuk sebagai bahan pembuat kertas.
“Hal ini perlu ditindaklanjuti karena sudah ada tawaran dari dari Jawa Barat. Untuk serat daun nanas ini ini pun harganya menjanjikan, yakni Rp12.000 per kilogram, sehingga memiliki prospek untuk ditindaklanjuti,” katanya. (*/SN)



Post Comment