Pilunya Kebakaran di Biatan Berau: Ibu Pergi Ambil Kipas Angin, Sang Anak Tewas Terbakar
BERAU – Peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa seorang balita di Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan Biatan, Berau, Kaltim, Rabu (24/6/2026) sore, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.
Kapolsek Talisayan, AKP Rakhmad Wiwit Dianto, mengungkapkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.20 WITA.
Saat itu, nenek korban yang sedang berada di dalam rumah terbangun dari tidurnya dan mendapati kobaran api telah membesar dari kamar tempat cucunya, Muhammad Faisal Hafis.
Melihat kondisi tersebut, sang nenek yang panik langsung berlari keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan warga.
Teriakan itu segera mengundang perhatian masyarakat sekitar yang kemudian berdatangan untuk membantu proses pemadaman sembari menghubungi BPBD Biatan dan Pos Polisi Biatan.
“Sekitar pukul 16.30 WITA personel Pospol Biatan Polsek Talisayan tiba di lokasi dan langsung membantu upaya pemadaman,” ujar Kapolsek.
Kobaran api yang dengan cepat melahap bangunan membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WITA.
Sayangnya, balita berusia 2 tahun 8 bulan tersebut tidak berhasil diselamatkan dan ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa nahas itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui tinggal bersama ibu dan neneknya.
Sementara, ayah korban tidak lagi tinggal bersama keluarga setelah berpisah dengan sang ibu.
Saat kebakaran terjadi, ibu korban sedang keluar rumah untuk mengambil kipas angin di tempat rekannya.
“Ibunya mengambil kipas di rumah rekannya. Korban di rumah bersama neneknya,” paparnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Talisayan.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan sejumlah barang bukti guna mengungkap sumber api yang menyebabkan musibah tersebut.
“Akibat kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta dan satu korban jiwa,” pungkasnya. (*/SN)



Post Comment