BPBD Kukar Minta Warga Bantaran Sungai Tetap Waspada Terkait Banjir di Mahulu dan Kubar
KUTAI KARTANEGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan wilayah Kukar relatif aman dari ancaman banjir kiriman luapan Sungai Mahakam.
Meski banjir saat ini melanda kawasan hulu di Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kutai Barat (Kubar), dampaknya diprediksi tidak akan parah sampai ke Kukar karena daya tampung danau alami yang luas dan kondisi pasang surut air laut yang mendukung.
Kepala BPBD Kukar Setianto Nugroho Aji mengungkapkan, mereka bersama tim teknis terus memonitor pergerakan debit air yang kini mulai turun melewati kawasan Kubar. Aliran air kiriman tersebut dipastikan akan terserap optimal sebelum memasuki area permukiman warga di Kukar.
Daya tampung Danau Semayang dan Danau Melintang dipastikan memiliki kawasan sempadan yang sangat luas untuk menyerap lonjakan air dari hulu ke kawasan hulu Kukar sementara aliran air menuju hilir berjalan lancar karena banjir kiriman ini tidak dibarengi dengan fenomena kenaikan pasang laut di muara.
“Kondisi saat ini jauh lebih aman dibanding jika banjir yang terjadi pada puncak musim penghujan di bulan Desember atau Januari 2026 kemarin, Saat ini, Kaltim tengah memasuki musim kemarau basah, sehingga hujan lebat di kawasan hulu diprediksi mereda dalam kurun tiga sampai empat hari ke depan,” ungkap Setianto Nugroho Aji, Kamis (21/5/2026).
BPBD Kukar memperkirakan cuaca kembali panas sehingga genangan air akan cepat surut. Untuk wilayah Kukar sendiri intensitas curah hujan diprediksi terus menurun dan hanya didominasi hujan ringan hingga sedang mulai Juni hingga September 2026 mendatang.
Walaupun potensi banjir besar di Kukar tergolong kecil, BPBD mengimbau masyarakat di sepanjang tepian sungai untuk tidak lengah dan tetap mengantisipasi keadaan dengan langkah pantau kenaikan air.
“Selalu perhatikan fluktuasi atau tren kenaikan tinggi muka air di sekitar tempat tinggal masing-masing. Rutin memperbarui informasi prakiraan cuaca dan potensi hujan di wilayah Melak (Kubar) serta Mahulu melalui media massa atau media sosial resmi. Sore ini kami akan berkoordinasi dengan relawan wilayah hulu Kukar untuk memantau keadaan disana,” tutup Setianto. (*/SN)



Post Comment