Banjir Kiriman dari Mahulu Rendam Sejumlah Kampung di Kutai Barat
KUTAI BARAT – Banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai merendam sejumlah kampung di Kecamatan Tering, Kutai Barat (Kubar). Debit air yang terus mengalami kenaikan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar meningkatkan kesiapsiagaan.
Genangan terlihat di Kampung Tering Seberang telah mencapai paha orang dewasa. Aktivitas warga mulai terganggu akibat air yang terus naik di sejumlah titik permukiman dan akses jalan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kubar, Suwalas Daya Guna mengatakan, banjir dipicu tingginya curah hujan lokal ditambah kiriman air dari wilayah Mahulu yang masih cukup besar.
“Status saat ini siaga banjir karena debit air masih terus mengalami kenaikan. Selain hujan lokal, ada juga banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Mahakam di Mahulu,” kata Suwalas, Selasa (19/5/2026).
BPBD mencatat sedikitnya sembilan kampung terdampak banjir di Kecamatan Tering. Beberapa wilayah yang mengalami genangan cukup parah di antaranya Kampung Linggang Tering Seberang, Tering Lama, Tukul, dan Jelemuk.
Secara keseluruhan, sekitar 1.340 rumah terdampak dengan total 1.513 kepala keluarga atau sekitar 5.743 jiwa. Ketinggian air di sejumlah titik bervariasi antara 50 hingga 100 sentimeter.
Banjir juga mulai mengganggu akses transportasi masyarakat. Jalan provinsi penghubung Kubar menuju Mahulu dilaporkan mengalami gangguan akibat genangan air, sementara akses jalan penghubung Kampung Jelemuk menuju Kampung Tering putus total karena genangan mencapai setinggi pinggang orang dewasa.
Tidak hanya permukiman dan jalan, sejumlah fasilitas pendidikan ikut terdampak. SDN 004 Jelemuk dan MTs 001 Tering Seberang terendam banjir sehingga aktivitas belajar mengajar sementara diliburkan.
BPBD Kubar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi hujan masih cukup tinggi dan debit air diperkirakan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan dan diminta segera mengamankan dokumen penting juga barang berharga, mematikan aliran listrik apabila air mulai memasuki rumah, serta mengawasi anak-anak dan lansia agar tidak beraktivitas di dekat arus banjir. (*/SN)



Post Comment