Satgas Damai Cartenz Sambangi Pondok Pesantren Al-Khoiriyah dan Panti Asuhan Putri Karahiman
JAYAPURA – Selasa (10/3) siang yang cerah di Kabupaten Jayapura mendadak terasa berbeda bagi para santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah, Sentani, dan anak-anak di Panti Asuhan Putri Karahiman, Hawai. Sekitar pukul 14.30 WIT, deretan kendaraan personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 tiba, bukan untuk urusan taktis, melainkan membawa misi kemanusiaan yang menyentuh hati.
Senyum malu-malu dari wajah para santri perlahan berubah menjadi binar haru saat personel kepolisian mulai menurunkan bantuan sosial. Beras, mi instan, hingga telur beralih tangan, namun yang lebih membekas sore itu adalah kehadiran aparat yang terasa begitu dekat dan bersahabat.
Kehangatan di Halaman Pesantren
Momen di halaman pesantren dan panti asuhan tersebut jauh dari kesan kaku. Di sela-sela pembagian bantuan, tercipta interaksi sederhana yang penuh makna. Canda ringan dan tawa tulus antara personel Satgas dengan anak-anak panti menghidupkan suasana keakraban.
Mewakili Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., Kepala Administrasi dan Manajemen Operasi (Kaminops), Kombes Pol. Hendrik Purwono, hadir langsung memimpin penyaluran bantuan tersebut. Ia tampak larut dalam perbincangan hangat dengan pengelola panti dan pesantren.
Secara terpisah, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menegaskan bahwa kehadiran Satgas di tanah Papua memiliki dimensi yang luas. Menurutnya, menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum memang tugas utama, namun pendekatan kemanusiaan adalah fondasinya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga membawa manfaat nyata. Bantuan ini adalah wujud kepedulian kami agar anak-anak di pondok pesantren dan panti asuhan merasa memiliki sandaran dan dukungan,” ungkap Brigjen Faizal.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan jembatan untuk membangun komunikasi emosional yang lebih kuat antara negara dan masyarakat.
“Kami hadir untuk memberikan perhatian. Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri,” tuturnya.
Pesan Kebersamaan dari Ujung Timur
Di tengah dinamika yang ada di Papua, langkah kecil seperti kunjungan ke panti asuhan ini menjadi pengingat penting, bahwa keamanan yang hakiki seringkali bermula dari rasa peduli.
Bagi para santri dan anak-anak yatim di Sentani, kunjungan Satgas Damai Cartenz sore itu tidak hanya meninggalkan stok pangan di dapur mereka, tetapi juga meninggalkan jejak harapan dan doa-doa yang dipanjatkan bersama untuk kedamaian di Bumi Cendrawasih.
Sore itu pun ditutup dengan suasana penuh khidmat, seiring dengan tekad kolektif untuk terus menjaga semangat kebersamaan demi Papua yang aman dan kondusif.(rls)



Post Comment