Seno Aji Bantah Tambang Sebabkan Banjir Kutim-Berau

Seno Aji Bantah Tambang Sebabkan Banjir Kutim-Berau

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menepis anggapan, banjir besar yang melanda Kutai Timur dan Berau dipicu aktivitas tambang. Ia menyebut, wilayah tersebut memang rutin mengalami banjir musiman sejak puluhan tahun lalu.

Sebelumnya, banjir diketahui melanda sejumlah wilayah di Kutai Timur, di antaranya Karangan, Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Batu Ampar, dan Bengalon dengan tinggi yang bervariasi mulai 50-120 cm. Sementara di Berau, banjir juga menggenangi sejumlah rumah hingga sekolah di Kecamatan Kelay, Segah, Sambaliung dan Gunung Tabur.

Menanggapi peristiwa tersebut, Seno mengatakan pemerintah daerah sudah bergerak sejak awal ketika genangan mulai muncul di beberapa titik. “Berau dan Kutai Timur kita sudah lakukan koordinasi mulai dari empat hari yang lalu,” ujarnya, saat diwawancara usai simulasi kebencanaan di Polder Air Hitam, Kamis (11/12/2025).

Menurut dia, penanganan dilakukan sejak banjir terpantau di Telen dan Muara Wahau, Kutai Timur, lalu di Segah dan Kelay di Kabupaten Berau. “Semua sudah tertangani saat ini. Di Wahau sudah surut dan kurang lebih 451 jiwa sudah diamankan dan sudah kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Seno Aji juga memastikan, banjir tidak menelan korban jiwa. Ia menjelaskan, penyebab banjir di kedua kabupaten tersebut tidak ada hubungannya dengan tambang. 

Ia menegaskan pola banjir di wilayah itu sudah terjadi lama. “Kalau orang-orang di sana mengatakan bahwa ini banjir tahunan dari 20–30 tahun yang lalu. Artinya memang tidak ada relasinya dengan tambang,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan, perusahaan tambang tetap memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungan, misalnya, dengan melakukan reklamasi atau pascatambang.

“Bagaimanapun juga tambang harus bertanggung jawab penuh terhadap situasi di lapangan. Tambang ini aktivitas yang, mohon maaf, ikut merusak lingkungan. Maka harus segera diantisipasi dampaknya dengan perbaikan lingkungan,” ujarnya. 

Sementara itu, selain penanganan banjir di Kaltim, Seno Aji juga menyampaikan, tujuh relawan yang tergabung dalam Tim Aju, termasuk di antaranya dari BPBD Provinsi Kaltim diberangkatkan untuk membantu korban bencana di Aceh. Mereka akan bertugas membuka dapur umum hingga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

“Tujuh orang akan berangkat. Kita ke Medan dulu, baru ke Aceh Tamiang karena itu yang paling terdampak,” ucapnya. Para relawan diperkirakan berada di lokasi selama tiga hingga lima hari, menyesuaikan masa tanggap darurat.

Post Comment