Percepat Penurunan Stunting, DPPKB Kutim Optimalkan Peran Tim Pendamping Keluarga
KUTAI TIMUR — Upaya percepatan penurunan stunting di Kutai Timur (kutim) tidak hanya bergantung pada intervensi medis. Di balik itu, ada kerja senyap namun krusial dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang menjadi ujung tombak perubahan perilaku masyarakat, bahkan hingga mengetuk pintu rumah warga satu per satu.
Hal ini mengemuka dalam podcast “Peran Tim Pendamping Keluarga dalam Percepatan Penurunan Stunting” yang digelar di ruang Podcast Bangga Kencana, Kantor DPPKB Kutai Timur, Senin (6/4/2026).
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kutim, Ani Saidah, menegaskan stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak.
“Ini adalah gagal tumbuh yang berdampak pada perkembangan otak, kecerdasan, hingga kesehatan jangka panjang. Karena itu menjadi isu nasional yang harus ditangani serius,” ujarnya.
Menurut Ani, peran DPPKB, khususnya bidang K3, lebih menitikberatkan pada aspek pengasuhan dan pencegahan melalui pemberdayaan keluarga. Di sinilah TPK memainkan peran strategis, mulai dari edukasi hingga pendampingan langsung kepada keluarga berisiko stunting.
Ani menambahkan, untuk menjaga kualitas TPK, pihaknya rutin menggelar pelatihan, bimbingan teknis, serta menyediakan sarana pendukung. “Mereka bekerja secara sukarela, sehingga dukungan kapasitas dan fasilitas menjadi penting,” ujarnya. (*/SN)



Post Comment