Percepat Internet 5G dan Sinyal Pelosok, Kemkomdigi Gelar Seleksi Frekuensi
JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi mengumumkan rencana seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz pada tahun 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam memperluas akses internet cepat serta meningkatkan kualitas layanan seluler secara merata hingga ke pelosok Indonesia.
Seleksi ini menjadi instrumen penting untuk mencapai target kecepatan mobile broadband nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Penambahan spektrum frekuensi ini diharapkan dapat dioptimalkan oleh operator seluler untuk menjawab kebutuhan data yang terus melonjak. Kedua pita frekuensi ini memiliki fungsi yang saling melengkapi.
Pita 700 MHz (Digital Dividend), merupakan frekuensi low-band hasil migrasi TV analog ke digital (ASO). Keunggulannya adalah cakupan sinyal yang sangat luas dan daya tembus bangunan yang kuat. Frekuensi ini diproyeksikan menjadi tulang punggung untuk menghapus “blank spot” di desa dan kelurahan yang selama ini minim sinyal.
Pita 2,6 GHz, merupakan frekuensi mid-band yang ideal untuk teknologi 5G. Fokusnya adalah meningkatkan kapasitas saluran dan kecepatan transmisi data skala besar di wilayah perkotaan yang padat lalu lintas datanya, guna menghadirkan internet yang lebih stabil dan kencang.
Payung Hukum dan Transparansi
Sebagai landasan operasional, Menteri Komunikasi dan Digital telah menetapkan Keputusan Menteri (KM) Nomor 175 Tahun 2026 tentang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi tersebut. Selain itu, KM Nomor 176 Tahun 2026 juga telah menetapkan Tim Seleksi resmi untuk mengawal proses ini.
Kemkomdigi menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi akan mengedepankan asas transparansi, kepastian hukum, dan akuntabilitas.
“Optimalisasi pemanfaatan spektrum frekuensi radio sebagai sumber daya alam yang terbatas ini harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan kemajuan ekonomi digital Indonesia,” tulis keterangan resmi Kemkomdigi.
Melalui seleksi ini, pemerintah mendorong penyedia layanan seluler untuk tidak hanya memperkuat jaringan 4G di wilayah terpencil, tetapi juga melakukan akselerasi penggelaran infrastruktur 5G di berbagai kota. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman internet berkualitas tinggi yang merata bagi seluruh warga negara.
Kemkomdigi mengundang seluruh pemangku kepentingan dan pelaku industri telekomunikasi untuk mendukung langkah ini demi mewujudkan transformasi digital nasional yang inklusif. (rls/*/SN)



Post Comment