Pasar Kumuh dan Sepi, Digitalisasi Jadi Andalan Tarik Pembeli

Pasar Kumuh dan Sepi, Digitalisasi Jadi Andalan Tarik Pembeli

JEMBER – Perbaikan kondisi pasar tradisional di Kabuparen Jember tidak hanya ngomongin masalah fisik bangunan saja. Namun lebih dari itu untuk mengembalikan kejayaan pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat.

Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupatem Jember, Wiwik Supartiwi, mengakui bahwa revitalisasi pasar tidak bisa hanya mengandalkan perbaikan fisik semata. 

“Revitalisasi itu bukan hanya sarana prasarana, tapi juga pengelolaannya. Harus ada inovasi supaya pasar kembali menarik,” ujarnya usai RDP bersama komisi C DPRD Jember, Kamis (9/4/2026).

Ia menyebut, banyak pasar saat ini dalam kondisi kurang layak, mulai dari kios yang tidak terawat hingga lingkungan yang kurang nyaman. Dampaknya, minat masyarakat untuk berbelanja pun menurun.

Di sisi lain, muncul fenomena pedagang yang beralih berjualan dari rumah dengan konsep lebih fleksibel, bahkan hingga 24 jam. Kondisi ini membuat daya saing pasar tradisional semakin tergerus.

Menjawab tantangan itu, Diskopumdag mulai mendorong transformasi digital di lingkungan pasar. Salah satunya melalui pelatihan pedagang serta penerapan sistem pembayaran non-tunai.

“Dengan digitalisasi, transaksi bisa lebih transparan dan mengurangi kebocoran. Selain itu juga memudahkan pembeli,” jelasnya.

Tak hanya itu, konsep pengelolaan pasar juga akan diperbarui, termasuk kemungkinan menghadirkan tema atau ikon tertentu di masing-masing pasar agar lebih menarik.

Revitalisasi Pasar Tanjung menjadi salah satu proyek yang didorong untuk menjadi percontohan. Pemerintah daerah bahkan telah mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat untuk mendukung pengembangannya.

Namun, Wiwik menegaskan, peningkatan pendapatan daerah tetap menjadi kunci utama. Sebab, tanpa dukungan anggaran yang memadai, perbaikan pasar akan sulit dilakukan secara menyeluruh.

“Kalau PAD meningkat, itu bisa dikembalikan lagi untuk memperbaiki pasar. Jadi siklusnya harus berjalan,” katanya.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap pasar tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di tengah perubahan zaman. (*/SN)

Post Comment