Miris. Bondowoso Alami Krisis Kepala Sekolah
BONDOWOSO – Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso menghadapi sejumlah tantangan serius. Mulai dari banyaknya sekolah tanpa kepala sekolah definitif hingga fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengungkapkan saat ini terdapat 131 SD Negeri, 12 SMP, dan 5 TK yang masih dipimpin pelaksana tugas (Plt).
“Di SD saja kekurangannya sudah sangat banyak, sementara calon kepala sekolah yang tersedia sekarang hanya 15 orang,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi keterbatasan kuota pelatihan calon kepala sekolah. Dalam setahun, jumlah peserta diklat hanya sekitar 80 orang untuk seluruh jenjang pendidikan.
Selain itu, minat guru untuk mengikuti diklat juga masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah selisih tunjangan jabatan yang dinilai tidak sebanding dengan beban kerja.
“Tunjangan jabatan kepala sekolah selisihnya hanya sekitar Rp160 ribu, sementara tanggung jawabnya sangat besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, syarat untuk mengikuti diklat Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) minimal harus berpangkat golongan III/c. Setelah dinyatakan lulus BCKS, barulah dilakukan pelantikan sebagai kepala sekolah definitif.
Di sisi lain, tantangan juga datang dari faktor pensiun. Pada 2026, sebanyak 26 kepala sekolah SD di Bondowoso akan memasuki masa purna tugas, sehingga berpotensi menambah kekosongan jabatan.



Post Comment