Emil Minta Kepala Daerah Antisipasi Dampak Perang Timur Tengah

Emil Minta Kepala Daerah Antisipasi Dampak Perang Timur Tengah

SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak meminta seluruh kepala daerah di Jatim untuk bersiap mengantisipasi dampak dari situasi memanas yang saat ini terjadi di Timur Tengah. Hal ini diprediksi dapat membuat perekonomian di daerah akan bergejolak.

Emil menjelaskan, perang telah memberikan dampak dan apabila berlangsung panjang berpotensi mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Bahkan, saat ini perang yang terjadi telah dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) yang mengeluhkan kenaikan harga barang dan biaya produksi.

“UMKM mulai mengeluhkan kenaikan harga plastik. BBM pemerintah pusat berusaha menahan gejolak harga tetapi tentu kita harus juga antisipatif,” kata Emil usai Diskusi Publik bersama kepala daerah se-Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu 25 Maret 2026 malam. 

Emil menyebut, capaian ekonomi sebelumnya ekspor tumbuh 16 persen dan impor turun 2,75 persen. 

“Jarang-jarang terjadi di Jatim terjadi surplus perdagangan internasional biasanya kita surplus perdagangan dalam negeri tapi persentasenya tadi kalau kita hitung ekspor terhadap total PDRB Jawa Timur, ini kurang lebih 600 terhadap Rp3.200 – Rp3.400 triliun,” jelas mantan Bupati Trenggalek itu.  

Namun, pihaknya tidak ingin terlena karena apabila jalur logistik ditutup bisa jadi angka ekspor Jatim ke luar akan terdampak. Sehingga, akan menyebabkan perlambatan ekonomi.

Karena itu, para kepala daerah diminta untuk bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan dengan memperkuat koordinasi di daerah, mengantisipasi apabila ada pihak tidak bertanggung jawab yang ingin manfaatkan gejolak BBM atau gejolak harga pangan.

“Tindakan menimbun, panic buying. Ini kan yang harus ngedem supaya masyarakat tidak termakan isu. Paling efektif tentu adalah para pamong di wilayah masing-masing yaitu bupati/walikota,” pungkasnya.

Post Comment