Demokrat Siap Dorong Program Kutim Lewat APBN

Demokrat Siap Dorong Program Kutim Lewat APBN

KUTAI TIMUR –  Upaya menjaga stabilitas pembangunan di tengah tekanan efisiensi anggaran menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan antara Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman dengan jajaran Partai Demokrat.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja bupati tersebut turut dihadiri Bendahara Umum DPP Demokrat Irwan Fecho, Ketua DPC Demokrat Kutim, Ordiansyah, serta Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kutim Pandi Widiarto.

Dalam diskusi, persoalan keterbatasan fiskal daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran menjadi sorotan. Di sisi lain, kebutuhan pembangunan di Kutim dinilai tetap mendesak untuk dilanjutkan.

Irwan Fecho mengatakan kondisi ini membutuhkan penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat agar program pembangunan tidak terhambat.

“Efisiensi anggaran memang menjadi tantangan, tetapi pembangunan tidak boleh berhenti. Perlu optimalisasi sumber pendanaan, baik dari APBD maupun dukungan pusat,” katanya.

Selain itu, ketergantungan ekonomi daerah terhadap sektor batu bara juga menjadi perhatian. Penurunan produksi dinilai berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga diperlukan langkah diversifikasi ke sektor lain.

Menurut Irwan, sektor seperti pertanian, ekonomi kreatif, dan transmigrasi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penopang ekonomi alternatif.

Sementara itu, Ordiansyah menilai kehadiran Irwan Fecho yang kini berada di tingkat nasional dapat membuka peluang akses dukungan program dari kementerian.

“Dalam kondisi fiskal terbatas, kolaborasi menjadi penting, termasuk membuka akses ke pemerintah pusat,” katanya.

Di sisi lain, Ardiansyah Sulaiman menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap dukungan berbagai pihak, termasuk partai politik, selama bertujuan untuk memperkuat pembangunan daerah.

Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar informasi terkait kondisi terkini daerah serta peluang kerja sama ke depan, terutama dalam menjawab tantangan ekonomi dan kebutuhan pembangunan di Kutim.

Post Comment