ASDP banyuwangi Siapkan Strategi Hadapi Arus Balik di Pelabuhan Ketapang

ASDP banyuwangi Siapkan Strategi Hadapi Arus Balik di Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang pada arus balik Lebaran di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Langkah ini dilakukan agar kemacetan seperti yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik tidak terulang.

ASDP memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada H+4 hingga H+8 Lebaran atau pada 26 hingga 30 Maret 2026. Lonjakan kendaraan diperkirakan meningkat signifikan seiring kembalinya pemudik ke Bali.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, salah satunya dengan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha logistik.

“Kami memohon kepada para pengusaha logistik dan pengusaha truk agar bersama-sama mematuhi SKB pengaturan lalu lintas, sehingga layanan arus balik hingga H+10 dapat berjalan lancar dan semakin baik,” ujar Yossianis, Jum’at, (20/3/2026).

Ia menegaskan, masih beroperasinya kendaraan sumbu tiga ke atas saat arus mudik sebelumnya turut berkontribusi terhadap kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci agar kondisi serupa tidak kembali terjadi.

“Ke depan, koordinasi dan komunikasi dengan para pengusaha truk serta asosiasi terkait akan terus kami tingkatkan,” ucap Yossianis.

Dari sisi layanan, ASDP juga akan mengoptimalkan operasional kapal dengan mengerahkan armada berkapasitas besar selama arus balik. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya angkut dan mempercepat proses penyeberangan.

“Sebagai operator, kami akan menyiapkan kapal berukuran lebih besar di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Ke depan, minimal kapal yang dioperasikan memiliki kapasitas sekitar 2.000 gt,” kata Yossianis.

Jumlah total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk mulai dari H-10 sampai H-2 tercatat 459.640 orang atau naik 7,4% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 427.906 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 146.963 unit atau naik 8,9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 134.911 unit.

Post Comment