Akibat Korsleting Listrik, Rombongan Emak-emak dari Jember Selamat Dari Kobaran api
JEMBER – Sebuah mobil Elf yang mengangkut rombongan emak-emak asal Kecamatan Sukorambi, Jember terbakar di Jalan Raya Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Minggu (11/4/2026) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.40 WIB tersebut diduga dipicu korsleting listrik pada bagian mesin kendaraan saat rombongan dalam perjalanan menuju lokasi wisata Nafara, Bondowoso.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan bernomor polisi W 7609 NB yang dikemudikan Dandi Dwi Prakoso (27), warga Sukorambi, awalnya melaju dari arah selatan menuju Bondowoso dengan membawa sekitar 21 penumpang.
Namun, setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di depan Puskesmas Jelbuk, tiba-tiba muncul percikan api dari bagian depan mesin yang dengan cepat membesar.
Petugas Puskesmas Jelbuk, Yuyun, mengatakan mobil tersebut sempat berhenti mendadak sebelum api membesar.
“Kejadiannya pas di depan Puskesmas Jelbuk. Mobil itu tiba-tiba berhenti, dan rombongan ibu-ibu di dalamnya keluar dengan panik. Dari bagian depan muncul api lalu cepat membesar hingga seluruh mobil terbakar,” ujarnya.
Ia menambahkan, rombongan tersebut diketahui hendak mengikuti kegiatan senam sekaligus berwisata ke Nafara, Bondowoso. Meski tidak ada korban jiwa, seluruh penumpang mengalami syok dan akhirnya membatalkan perjalanan serta kembali ke Sukorambi.
Sementara itu, petugas Regu B Damkarmat Pemkab Jember, Yustaniar, menyampaikan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB.
Tim dari Regu B Mako Pemkab Jember langsung diterjunkan ke lokasi dengan satu unit armada dan lima personel.
“Sesampainya di Jelbuk, api sudah membesar. Diduga karena korsleting listrik pada bagian mesin, lalu merembet hingga ke tangki bahan bakar,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar satu jam tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, semua penumpang bisa keluar. Untuk jumlahnya sekitar belasan hingga 16 orang yang kami lihat di lokasi,” tambahnya.



Post Comment