Kaya Sumber Daya, KNPI Sebut Warga Kutim Belum Benar-Benar Sejahtera
KUTAI TIMUR – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) selama ini dikenal jadi salah satu daerah dengan kekuatan ekonomi besar di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun kritik justru datang dari kalangan pemuda yakni KNPI Kutim menilai tingginya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah belum mencerminkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Ketua KNPI Kutim Avivurrahman Al-Ghazali mengatakan angka PDRB Kutim yang mencapai 70,17 persen pada 2025 lebih banyak menunjukkan besarnya aktivitas eksploitasi sumber daya alam ketimbang keberhasilan pembangunan ekonomi yang merata.
“PDRB tinggi bukan indikator kemakmuran. Itu justru menunjukkan ketergantungan pada pengerukan sumber daya alam,” kata Avivurrahman di Sangatta, Minggu (10/5/2026).
Menurut dia, wajah ekonomi Kutim hingga kini masih didominasi sektor tambang dan perkebunan sawit. Sementara industri pengolahan atau hilirisasi yang seharusnya mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah di daerah belum berkembang signifikan.
Akibatnya, keuntungan ekonomi dinilai lebih banyak keluar daerah. Di sisi lain, masyarakat sekitar kawasan industri dan perkebunan disebut belum sepenuhnya menikmati dampak pertumbuhan ekonomi tersebut.
Ia mencontohkan sektor perkebunan sawit yang selama ini tumbuh besar di Kutim. Namun, kata dia, daerah masih minim industri turunan yang bisa menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.
“Kalau hanya mengekspor bahan mentah, daerah ini selamanya hanya jadi penonton. Nilai tambah ekonominya dinikmati di luar,” ujarnya. (*/SN)



Post Comment