KAI Daop 9 Resmi Luncurkan KA Sangkuriang, Ketapang-Bandung Kini Tanpa Transit

KAI Daop 9 Resmi Luncurkan KA Sangkuriang, Ketapang-Bandung Kini Tanpa Transit

BANYUWANGI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember meresmikan perjalanan KA Sangkuriang rute Stasiun Ketapang (Banyuwangi) menuju Bandung pada Sabtu (2/5/2026). Peresmian layanan transportasi rel jarak jauh ini diwarnai dengan ritual pecah kendi yang khidmat di area peron Stasiun Ketapang sebagai perlambang doa bagi kelancaran perjalanan.

Vice President Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menyatakan bahwa kehadiran KA Sangkuriang merupakan respons atas besarnya harapan publik. Selama ini, penduduk di area timur Jawa Timur sangat mendambakan sarana transportasi jarak jauh yang representatif, istimewa, dan bersifat langsung menuju Bandung.



“Kami menyajikan KA Sangkuriang dengan mutu pelayanan prima demi menyuguhkan memori perjalanan yang berkualitas bagi para pengguna,” terang Hengky.

Hengky menambahkan, jika kereta api bukan hanya sebagai alat angkut, melainkan representasi sinergi antara KAI dan otoritas wilayah dalam mengakselerasi pergerakan warga.

Hal yang mencuri perhatian, KA Sangkuriang menggunakan susunan gerbong mutakhir yang sangat kekinian. Struktur rangkaiannya meliputi 1 unit kereta Compartment bagi mereka yang mengutamakan privasi, 4 kereta Eksekutif Stainless Steel, serta 3 kereta Ekonomi Stainless Steel dengan rancangan yang lebih nyaman dan luas bagi pelaku perjalanan.

Guna memastikan kenyamanan selama durasi perjalanan yang cukup panjang, KAI juga menyiagakan satu unit kereta makan yang menawarkan aneka hidangan. Layanan ini disiapkan untuk menjamu para pelancong di sepanjang lintas selatan Jawa yang tersohor akan keelokan panorama alamnya.

Antusiasme warga pada peluncuran pertama ini terpantau sangat signifikan. Merujuk pada catatan KAI, dari titik keberangkatan Stasiun Ketapang saja terdapat 186 pelancong yang naik. Secara keseluruhan di lingkup Daop 9 Jember, tingkat keterisian penumpang menyentuh angka luar biasa, yakni 495 orang atau berkisar 109 persen dari daya tampung normal karena adanya sistem penumpang dinamis.

Secara mendetail, kategori Compartment ditempati 12 orang (75%), kelas Eksekutif SS mencapai 189 orang (95%), dan kategori Ekonomi SS menjadi pilihan utama dengan total 294 pengguna (123%). Lonjakan angka pada kelas ekonomi ini dipicu oleh aktivitas penumpang estafet yang silih berganti naik dan turun di berbagai stasiun pemberhentian antara.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik operasional KA Sangkuriang ini. Rute baru tersebut akan menjadi motor penggerak baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi di Banyuwangi.

“Alhamdulillah, konektivitas antara Banyuwangi dengan kota-kota besar di Pulau Jawa semakin bertambah. Setelah Jakarta dan Malang, kini kita terhubung langsung dengan Bandung yang notabene juga kota wisata nasional. Kami berharap ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi,” ujar Ipuk usai melepas keberangkatan perdana di Stasiun Ketapang Banyuwangi.

“Mudah-mudahan masyarakat semakin terfasilitasi, baik untuk urusan pendidikan, pekerjaan, maupun wisata, sehingga mampu meningkatkan perekonomian di Banyuwangi,” tambahnya.

Post Comment