PKB Resmi Cabut Dukungan Untuk Rudy-Seno
SAMARINDA – Peta politik Kalimantan Timur mendadak bergejolak. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi menyatakan keluar dari barisan pendukung Gubernur Rudy Mas’ud. Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam konfigurasi politik menjelang Pilgub 2029.
Keputusan besar disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, saat pembukaan Muscab PKB se-Kaltim di Novotel Balikpapan, Rabu (8/4). Syafruddin menegaskan bahwa PKB menutup pintu rapat-rapat untuk kembali mengusung Rudy Mas’ud.
“Baik dipilih melalui DPRD maupun secara langsung oleh rakyat, PKB tidak akan lagi mengusung beliau,” tegas Syafruddin. Sikap ini merupakan hasil evaluasi terhadap dinamika politik beberapa tahun terakhir. Hambatan komunikasi dan situasi politik yang tidak kondusif menjadi alasan utama.
PKB menilai hubungan yang memanas tidak lagi sejalan dengan visi partai untuk membangun Kalimantan Timur. Alih-alih melanjutkan dukungan, PKB memilih berada di luar pemerintahan saat ini guna menyiapkan strategi baru yang lebih mandiri.
Selain itu, PKB mengkritik kinerja pemerintah provinsi, khususnya banyaknya jabatan eselon di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih diisi Pelaksana Tugas (Plt). PKB menilai Plt terbatas kewenangan, sehingga program kerja menjadi stagnan dan tidak berjalan maksimal.
Dengan resminya PKB meninggalkan Rudy Mas’ud, bursa pencalonan Gubernur Kaltim 2029 diprediksi makin kompetitif. Langkah ini menandai sinyal awal bahwa PKB siap membangun kekuatan baru, baik dari kader internal maupun koalisi dengan partai lain yang sejalan.
Keputusan ini diperkirakan memicu pergerakan partai politik lain di Bumi Etam untuk menyesuaikan strategi menghadapi dinamika politik yang semakin memanas. (*/SN)



Post Comment