Cegah Kelangkaan, Polresta Banyuwangi Awasi Penyaluran Gas Elpiji

Cegah Kelangkaan, Polresta Banyuwangi Awasi Penyaluran Gas Elpiji

BANYUWANGI – Satreskrim Polresta Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kecamatan Rogojampi, Kamis (9/4/2026).

Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok LPG subsidi 3 kilogram aman serta distribusinya tepat sasaran.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Lanang Teguh Pambudi mengatakan dalam sidak tersebut, petugas memeriksa akurasi mesin pengisian, jalur pipa distribusi, kualitas segel, hingga sampel berat tabung.

“Hasilnya, kami tidak menemukan indikasi pengurangan takaran maupun praktik pengoplosan gas subsidi,” kata dia.

Di tengah situasi panic buying di beberapa daerah, ia memastikan bila stok elpiji di Banyuwangi aman. Pun juga proses pengisian sesuai standar spesifikasi.

“Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan stok sangat aman dan proses pengisian telah memenuhi standar. Tidak ditemukan indikasi pengurangan volume maupun manipulasi tabung,” ujarnya.

Berdasarkan data kuota 2026, Banyuwangi mendapat alokasi 18.318.667 tabung atau setara 54.956 metric ton. Hingga 31 Maret 2026, realisasi penyaluran tercatat 4.903.360 tabung, dengan rata-rata distribusi harian sekitar 63.500 tabung.

Lanang mensyebut pengawasan distribusi LPG subsidi akan terus dilakukan dari tingkat agen hingga pengecer.

“LPG 3 kilogram adalah hak masyarakat prasejahtera dan usaha mikro. Kami tidak akan mentolerir penimbunan, penjualan di atas HET, maupun pengoplosan untuk keuntungan pribadi,” tegasnya.

Polresta Banyuwangi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena stok dipastikan mencukupi. Warga diminta segera melapor jika menemukan dugaan kecurangan dalam distribusi LPG subsidi di lapangan. (*/SN)

Post Comment