Penurunan Volume Sampah di Bontang selama Ramadan Juga Dipengaruhi Aktivitas Pemulung

Penurunan Volume Sampah di Bontang selama Ramadan Juga Dipengaruhi Aktivitas Pemulung

Bontang – Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, Syakharuddin, menjelaskan penurunan volume sampah saat Ramadan sebanyak 76,7 ton per hari, juga dipengaruhi oleh aktivitas para pemulung. Mereka turut berperan memilah sampah bernilai ekonomis.

Meski begitu, sampah berbobot berat seperti sisa makanan yang berasal dari rumah tangga, juga dikumpulkan oleh para pemulung. Sampah-sampah jenis ini biasanya disalurkan kepada peternak di Kelurahan Kanaan sebagai pakan.

“Sampah sisa makanan yang saat ini cukup berkurang dibanding sampah plastik. Itu terbantu juga karena banyak teman-teman (pemulung, Red.) yang mengumpulkan untuk pakan ternak di Kamaan,” jelasnya,  Minggu (8/3/2026) kemarin.

Syakharuddin menerangkan, saat ini para pemulung di Kota Bontang dinilai cukup tertib dan teratur. Kendati keberadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Bontang cukup terbatas, di sisi lain hal itu justru membuat aktivitas pemulung menjadi lebih terpusat.

Bahkan, sebagian pemulung diketahui memiliki pembagian waktu atau giliran tertentu saat mengambil sampah di beberapa titik lokasi TPS di Kota Bontang.

“TPS kita kan sekarang terbatas, jadi pemulung sebenarnya lebih konsen untuk mengambil sisa-sisa makanan itu. Bahkan mereka itu shift-shiftan. Jadi ada jadwalnya berganti-gantian. Sehingga proses memilah sampah lebih fokus karena terkumpul di situ semua,” terangnya.

TEGUR OKNUM MASYARAKAT

Tindakan tegas kepada oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan, ternyata juga kerap dilakuklan DLH Kota Bontang. Dalam satu kasus, contohnya, seorang oknum warga ketahuan membuang sampah ke sungai. DLH Kota Bontang yang mengetahui itu langsung melakukan upaya penanganan. Mereka mencari sumber serta mendatangi rumah oknum warga bersangkutan yang melanggar tersebut untuk diberikan teguran.

Kata Syakharuddin, DLH Kota Bontang juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar mengurangi plastik sekali pakai. Caranya dengan memanfaatkan kantong belanja ramah lingkungan. masyarakat juga diharapkan dapat memilah sampah-sampah bernilai ekonomis. Seperti botol, gelas, kertas, dan kardus. Sebab jenis sampah tersebut dapat didonasikan.

DLH Kota Bontang, lanjut Syakharuddin, juga telah menyediakan tempat penampungan khusus berupa dropbox di pinggir-pinggir jalan untuk botol dan gelas plastik. Tempat tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat yang ingin mendonasikan sampah plastik yang bisa di daur ulang.

“Kalau sudah di pisah kan jadi enak. Sampah-sampah yang dipilah itu bisa didonasikan ke tempat yang kami sediakan di pinggir jalan. Ada dropbox atau langsung ke pemulung,” ulasnya.

“Karena sampah yang kami buang banyak yang membutuhkan dan jadi mata pencarian bagi orang lain,” timpal Syakharuddin.

Post Comment