Pemkab Kutim: Pelestarian Budaya Jadi Bagian Pembangunan Daerah
KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan ruang yang sama bagi seluruh masyarakat dalam melestarikan adat istiadat dan budaya yang ada. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun budaya.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi seluruh paguyuban Nusantara untuk tetap eksis dan berkembang. Prinsipnya, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, namun budaya tetap mendapat tempat,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, saat menghadiri peringatan hari jadi Paguyuban Joyoboyo Kediri di Polder Ilham Maulana, Sangatta, mewakili Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman yang berhalangan hadir.
Mulyono menyebut, pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Nilai-nilai adat dan kearifan lokal dinilai mampu menjadi fondasi dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus sejalan dengan upaya menjaga identitas dan karakter daerah. Dengan tetap menjunjung tinggi adat istiadat, pemerintah daerah berharap setiap program pembangunan dapat diterima dan didukung oleh masyarakat secara luas.
“Salah satunya hadir dari Paguyuban Joyoboyo Kediri yang telah menunjukkan karya nyata serta memberikan manfaat, khususnya dalam mendukung program pemerintah daerah di bidang seni dan budaya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mulyono menjelaskan bahwa selain menjadi wadah pelestarian budaya, kehadiran paguyuban kesenian juga dapat menjadi pelepas rindu akan kampung halaman serta sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota masyarakat yang berada di perantauan.



Post Comment